Maven dan Appfuse

Appfuse adalah aplikasi open source yang dibangun di bawah platform java. Appfuse berguna untuk mempermudah kita dalam melakukan coding dengan Java EE. Dengan Appfuse, kita dapat membuat aplikasi hibernate, struts, spring, tapestry, dan lain sebagainya dengan lebih cepat karena kode - kode umum seperi paging, login page, create user page sudah diciptakan secara otomatis ketika kita membuat proyek dengang appfuse.
Untuk dapat menggunakan appfuse, anda harus menginstall maven, jdk, smtp server, dan mysql. Untuk lebih jelasnya, silakan anda buka halaman berikut : http://www.appfuse.org/display/APF/AppFuse+QuickStart

Kemudian, pada local repository maven anda, pastikan sudah terdapat file-file dependencies yang dibutuhkan oleh appfuse. Anda dapat download dependencies tersebut pada halaman berikut : https://appfuse.dev.java.net/servlets/ProjectDocumentList?folderID=9173 dan kemudian anda pilih dependencies.

Jika kita ingin menciptakan proyek yang berbasiskan hibernate, anda cukup mengetikkan command berikut : mvn archetype:create -DarchetypeGroupId=org.appfuse.archetypes -DarchetypeArtifactId=appfuse-basic-struts -DremoteRepositories=http://static.appfuse.org/releases -DarchetypeVersion=2.0.2 -DgroupId=com.mycompany.app -DartifactId=myproject.
Contoh pembuatannya dijelaskan pada video tutorial yang bisa anda download.
Secara ringkas, pada saat anda mengetikkan command yang ada di atas, maka akan terbentuk suatu folder yang didalamnya sudah tersedia file - file yang dibuat secara otomatis oleh maven. Kemudian, anda jalankan web aplikasi yang sudah anda buat dengan perintah mvn jetty:run-war. Maka maven akan menciptakan file war dan menjalankannya pada localhost:8080. Pastikan ketika nanti anda login, anda memasukkan username = admin dan password = admin.

Menjalankan JSP dengan maven

Maven juga dapat menjalankan file jsp yang digunakan untuk membuat halaman web. Untuk dapat membuat folder yang berisi file jsp, pertama-tama kita harus membuat folder baru agar file-file kita lebih terorganisir, misal my_maven_webapp. Kemudian, buka command prompt anda dan ketikkan perintah berikut ini :
C:\my_maven_webapp>mvn archetype:create
-DgroupId=com.attainware.mavenwebapp
-DartifactId=maven_webapp
-DarchetypeArtifactId=maven-archetype-webapp
Setelah itu, lakukan packaging pada proyek anda dengan cara masuk ke folder maven_webapp dan ketikkan perintah mvn package pada command prompt anda.

Setelah anda mendapatkan pesan build successful, di dalam project folder anda akan tercipta folder baru dengan nama target dan di dalamnya terdapat file ber-ekstensi war(setipe dengan jar) yang akan digunakan untuk menjalankan web anda dengan menggunakan server jetty.

Sekarang coba buka file pom yang terdapat pada project folder anda dan tambahkan
<plugin > <groupid >org.mortbay.jetty</groupid> <artifactid>maven-jetty-plugin</artifactid> </plugin>
tepat di bawah
maven_webapp
.
Kemudian ketikkan mvn jetty:run untuk menjalankan server jetty (atau jika belum ada, maven akan mendownloadnya secara otomatis)

Tunggu sampai muncul pesan started jetty server, nanti akan terbuka browser yang akan menampilkan halaman web jsp sederhana yang sudah anda buat.

Untuk komplit tutorial, anda dapat membacanya pada halaman ini
http://today.java.net/pub/a/today/2007/03/01/building-web-applications-with-maven-2.html

Membuat Simple Proyek dan Menjalankannya

Karakteristik Maven

Maven adalah program yang dapat kita gunakan untuk membantu kita menciptakan project folder dengan cepat. Namun, kita perlu memahami karakteristik dari maven, bagaimana maven dapat menciptakan project folder, dan bagaimana sebenarnya maven bekerja.

Untuk dapat bekerja, maven memerlukan file-file yang disebut plugin yang tersimpan dalam repository. Namun, ketika anda lihat di dalam local repository default maven, belum terdapat file apapun didalamnya. Yang ada hanya folder .index. Namun, untuk dapat menggunakan maven, diperlukan plugin yang dapat menerjemahkan keyword maven (misal archetype) sebagai perintah untuk maven.
Pada dasarnya, maven akan mendownload file-file yang dibutuhkan untuk menjalankan perintah yang anda inputkan melalui internet. Nah, inilah permasalahannya. Anda harus terhubung ke internet untuk dapat mendownload file-file apa saja yang diperlukan. Jika anda tidak memiliki koneksi ke internet, anda harus mendownloadnya secara manual dari warnet.
Sebenarnya ada cara yang dapat kita lakukan. Yang pertama, anda install maven dan lakukan konfigurasi maven di sana (jangan lupa install jdk). Kemudian, coba anda ketikkan perintah standard :
mvn archetype:create -DgroupId=com.mycompany.app -DartifactId=my_app (akan dijelaskan nanti)
Nanti maven akan mencoba untuk mendownload file-file apa saja yang anda perlukan untuk dapat menjalankan perintah tersebut. Setelah itu, anda bisa salin file yang di download oleh maven dan dapat anda pindahkan ke local repository maven di komputer rumah anda.
Cara yang kedua adalah, anda dapat mendownload secara manual dari http://repo1.maven.org/maven2/. Namun hal itu akan sangat sulit karena kita harus mendownload satu persatu file yang diperlukan.
Cara yang pertama adalah cara yang mungkin dan termudah untuk dilakukan.

Menciptakan project folder

Setelah file yang dibutuhkan oleh maven tersedia, anda bisa memulai untuk membuat project folder anda sendiri. Coba anda ketikkan perintah berikut pada command prompt anda.
mvn archetype:create -DgroupId=com.myproject.app -DartifactId=mymavenproject.
Nanti akan tercipta folder dengan struktur seperti berikut pada C:\Documents and Settings\nama_anda (Untuk saya C:\Documents and Settings\otniel)



Penjelasan dari perintah tersebut adalah sebagai berikut.
-DgroupId berfungsi untuk menciptakan hirarki folder yang mirip dengan model packaging pada java (dan nanti bagian ini akan dijadikan package). Saat maven membaca bagian -DgroupId=com.myproject.app, maven akan menciptakan folder dengan urutan com -> myproject -> app. Namun folder tersebut akan dikemas didalam sebuah folder yang diciptakan melalui -DartifactId=mymavenproject. Jika anda lihat pada gambar di atas, anda akan melihat mymavenproject menjadi parent folder.

Compiling dengan maven
Pada langkah sebelumnya kita telah menciptakan sebuah project folder dengan maven. Jika anda lihat ke dalam folder app, maka disana anda akan melihat ada file berkekstensi java yang bernama App.java. File itu hanya berisi kode yang akan menampilkan pesan hello world pada konsol.
Sebelum dapat meng-compile file java tersebut, terlebih dahulu kita ciptakan sebuah package di dalam mymavenproject. Pada command prompt anda ketikkan cd mymavenproject dan ketikkan mvn project. Setelah anda mendapat pesan build successful maka anda telah berhasil membuat package. Setelah anda jalankan perintah tersebut akan muncul folder baru dengan nama target. Folder target itu yang akan kita gunakan untuk kompilasi file.
Sekarang coba ketikkan perintah berikut
java -cp target/mymavenproject-1.0-SNAPSHOT.jar com.myproject.app.App
Sebenarnya, saat anda menciptakan package, pada folder \target\classes\com\myproject terbentuk file App.class. Nah, perintah tersebut adalah perintah java untuk meng-compile file yang berkekstensi java menjadi class. Ketika anda jalankan file tersebut maka yang akan keluar adalah pesan Hello World.

Memulai Maven

Pengenalan

Apache Maven adalah software management proyek. Maven sangat tergantung pada Project Object Model (POM). Namun, berkat penggunaan POM, maven dapat dengan mudah dalam pengaturan pembuatan proyek, report, dan dokumentasi.

Instalasi Maven

Tahap 1 :
Proses instalasi maven tidak terlalu rumit. Anda tinggal mendownload aplikasi maven dari http://maven.apache.org/download.html, pilih versi terbaru. Setelah itu, extract maven ke tempat yang anda inginkan. Dalam hal ini, saya memilih langsung menginstall pada drive C:\ sehingga saya memiliki folder home maven pada C:\apache-maven-2.1.0.

Tahap 2 :
Untuk dapat menjalankan maven, anda harus memiliki jdk (disarankan 1.6 ke atas) karena maven adalah tool dari java. Jika anda belum memiliki jdk, anda dapat mendownloadnya pada http://java.sun.com/javase/downloads/index.jsp. Anda dapat memilih bundling yang disediakan pada halaman tersebut. Anda dapat memilih bundle JDK 6 Update 16 with Java EE karena kita akan sering berurusan dengan pembuatan aplikasi web skala enterprise seperti menggunakan hibernate, spring, struts, dan lain sebagainya. Anda juga sebaiknya mendownload IDE NetBean versi terbaru agar anda tidak perlu repot menginstall plugin hibernate, jmaki, dan lain sebagainya.

Tahap 3 :
Setelah anda selesai mendownload JDK dan menginstallnya, anda harus mendaftarkan lokasi instalasi JDK anda pada environment variable. Caranya (untuk windows),
klik start -> Control panel -> System -> Advanced -> Environment variables.
Pada bagian system variables anda lihat apakah sistem anda sudah memiliki java home. Jika sudah maka pengaturan java sudah selesai. Namun jika belum, anda klik tombol new. Maka akan muncul dialog seperti berikut :



Kemudian, pada variable name, anda ketikkan JAVA_HOME dan pada variable value anda masukkan url lokasi tempat anda menginstall jdk, misal C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_10.

Tahap 4 :
Setelah anda selesai melakukan penyetingan pada jdk, anda selanjutnya melakukan penyetingan pada maven. Caranya, masih pada environment variable, pada bagian user variables, anda klik new dan isi kotak dialog yang keluar seperti gambar di bawah ini :



Pada bagian variable name anda masukkan M2_HOME dan pada variable value anda masukkan lokasi tempat anda menginstall maven.

Kemudian klik ok dan klik new lagi untuk membuka edit user variable dialog yang baru.
Sekarang, pada bagian variable name, anda ketikkan M2 dan pada variable value, anda ketikkan %M2_HOME%\bin, variable value akan langsung me-refer ke lokasi M2_HOME yang sudah kita buat tadi.


Kemudian klik OK.

Tahap 4 :
Sekarang anda dapat menciptakan local repository untuk maven. Sebenarnya, maven telah menciptakan sebuah local repository default untuk anda. Anda bisa lihat pada C:\Documents and Settings\otniel\.m2\repository yang merupakan local repository default maven. Namun jika anda ingin menciptakan local repository sendiri, anda tinggal menciptakan sebuah folder dengan nama misal my_repository, kemudian anda buka file settings.xml dari folder conf yang terdapat di tempat instalasi maven anda dan anda tambahkan kode ini
<localRepository>/path/to/local/repo </localRepository >

Atau hilangkan tanda pembuat komentar (<!--)

Pada bagian /path/to/local/repo, anda dapat mengganti dengan lokasi tempat anda menciptakan folder untuk repository, misal, C:/my_repository (perhatikan garis miring yang digunakan adalah "/" bukan "\").

Nah, anda siap menggunakan maven. Lakukan pengetesan dengan cara buka command prompt kemudian ketikkan mvn -version. Jika proses instalasi anda sudah benar, maka anda akan mendapatkan pesan berikut



Sebagai referensi, jika anda masih mengalami kesulitan, anda dapat membuka situs http://maven.apache.org/download.html. Lihat pada bagian Windows 2000/XP